Berbeda dengan saudara-saudara Quraisy-nya yang lain yang rata-rata kaya raya dan merupakan kalangan bangsawan terkemuka. Abu Thalib yang merupakan paman nabi justru hidup kekurangan. Namun meski kurang mampu, Abu Thalib memiliki keluarga yang sangat besar sehingga ia kesulitan untuk menafkahi semua anggota keluarganya. Apalagi ketika Makkah didera kekeringan hebat yang membuat banyak orang kelaparan.
Pada saat kekeringan hebat itulah, Muhammad -- sebelum menjadi Rasul Allah -- berkata kepada pamannya yang lain, yaitu Abbas, untuk membantu kehidupan keluarga Abu Thalib. Bersama Abbas, Muhammad mengambil alih sebagian tanggungan Abu Thalib atas keluarganya.
Abu Thalib pun setuju dan merelakan anaknya diasuh oleh Muhammad dan Abbas. Muhammad mengambil Ali bin Abi Thalib sebagai tanggungannya, sementara Abbas mengambil Jafar bin Abi Thalib bersamanya. Anak yang lain, Aqeel, tetap diasuh Abu Thalib.
Dari sekian banyak keluarga klan Hashim, Jafar merupakan satu di antara lima anggota klan ini yang memiliki banyak kemiripan (secara fisik) dengan Muhammad SAW. Empat pria lainnya dari klan Hashim yang memiliki banyak kemiripan dengan Rasulullah SAW adalah Abu Sufyan bin Al Harist dan Qutham bin Al Abbas, keduanya adalah sepupu Rasulullah SAW. Juga As Saib bin Ubaid dan Hasan bin Ali yang merupakan cucu Rasulullah putera Ali dan Fatimah.
Setelah diangkat, Jafar tinggal bersama pamannya Abbas hingga ia beranjak dewasa. Setelah itu ia menikahi Asma binti Umays, saudara dari Maimunah yang kemudian menjadi istri Rasulullah. Bersama isterinya, Jafar menjadi salah seorang sahabat Rasul yang pertama kali masuk Islam.
Karena keyakinan dan keteguhan hatinya dengan Islam, orang Quraisy menjadikan kehidupan sosial pasangan ini sangat sulit. Orang Quraisy juga mencoba menhalangi keduanya untuk menjalankan ibadah.
Jafar kemudian pergi bertemu Rasulullah SAW dan meminta izin untuk pergi berhijrah ke Abyssinia (sekarang Ethiopia) bersama beberapa orang sahabat. Dengan penuh kesedihan, Rasulullah SAW pun memberikan izin kepada Jafar.
Kelompok Muhajirin yang dipimpin Jafar bin Abi Thalib ini kemudian meninggalkan Makkah dan pergi menuju Abbysinia. Di kota ini mereka hidup di bawah perlindungan Negus, pemimpin wilayah ini. Untuk pertama kalinya sejak menjadi Muslim, mereka menikmati kebebasan baik untuk mengakui agamanya dan melakukan ibadah tanpa diganggu.
Ketika berita kepergian kelompok ini diketahui orang Quraisy, mereka menjadi sangat marah. Apalagi mengetahui bahwa kelompok Muslim ini menjalani kehidupan yang aman dan damai di bawah perlindungan Negus. Karena itulah, orang Quraisy segara membuat rencana ekstradisi yang akan mengirim para Muslimin yang hijrah ini masuk penjara di Makkah.
Orang Quraisy kemudian mengirim dua orang wakilnya yang paling hebat yaitu Amr bin Al-Aas dan Abdullah bin Abi Rabiah. Keduanya dibekali dengan banyak hadiah dan wanita yang akan diberikan kepada Negus dan para wakilnya. Segala upaya dilakukan keduanya termasuk memfitnah umat Islam dan mengadudombanya dengan Negus.
Namun upaya mereka gagal. Di hadapan Negus dan para wakilnya, dengan fasih dan lancar, Jafar menjelaskan keyakinan yang ia anut bersama umat Islam lainnya. Ia menjelaskan alasan ketertarikannya pada Islam dan kenapa ia bersama umat Islam lainnya memutuskan untuk hijrah ke Abyssinia. Jafar juga menjelaskan dengan indah ajaran Islam yang ia anut termasuk membacakan ayat Alquran dari surat Maryam.
Mendengar penjelasan itu Negus mengerti. Ia bahkan menjanjikan siapapun yang mengganggu umat Islam akan berhadapan dengannya.
Jafar dan Asma menghabiskan waktu cukup lama di Abyssinia yang menjadi rumah kedua bagi mereka. Di tempat ini, Asma melahirkan tiga putra yang diberi nama Abdullah, Muhammad, dan Awn. Putra kedua mereka yang diberi nama Muhammad menjadi pria pertama dalam sejarah Islam yang diberi nama sama dengan nama Rasulullah SAW.
Pada tahun ketujuh hijrahnya, Jafar dan keluarganya meningalkan Abyssinia bersama sekelompok Muslim untuk menuju Madinah. Ketika mereka tiba, Rasulullah SAW baru saja kembali dari perang Khaybar.
Kedatangan Jafar membawa angin segar bagi umat Islam yang miskin. Tak butuh waktu lama untuk Jafar menjadi terkenal sebagai sahabat yang peduli dengan mereka yang miskin. Karena itulah ia kemudian dijuluki sebagai "Bapak Kaum Miskin".
Abu Hurairah menyebut bahwa orang yang paling peduli dan paling siap membantu mereka yang miskin adalah Jafar bin Abi Thalib. Begitu pedulinya Jafar, jika ia menemukan ada orang yang miskin dan kelaparan, ia akan segera pulang ke rumah dan memberi orang itu makanan yang ia punya, bahkan jika itu membuatnya harus menghabiskan jatah makannya.
Jafar tinggal di Madinah tidak terlalu lama. Pada awal tahun kedelapan, Rasulullah SAW memobilisasi pasukan untuk menghadapi pasukan Byzantinum di Suriah. Rasulullah SAW berencana menyerang pasukan ini karena salah satu sahabat yang dikirimnya ke Byzantinum untuk misi damai dibunuh dengan keji oleh gubernur daerah ini.
Rasulullah SAW lalu menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai panglima pasukan. Setelah itu Rasul menyatakan bahwa jika terjadi sesuatu pada Zaid selama pertempuran maka posisi itu akan digantikan oleh Jafar bin Abi Thalib, dan jika Jafar tewas, maka posisinya akan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah.
Ketika pasukan Muslim mendekati Mutah, sebuah desa kecil di dekat perbukitan Yordania, mereka menemukan bahwa pasukan Byzantinum sudah menghimpun ribuan pasukan dengan menggunakan tameng umat Kristen Arab dari suku Lakhm, Judham, Qudaah, dan suku-suku lainnya. Sementara umat Muslim hanya terdiri dari tiga ribu orang prajurit.
Meskipun tidak seimbang, namun umat Islam tetap bertarung dengan penuh semangat. Zaid bin Haritshah menjadi salah satu yang pertama syahid dalam pertempuran itu.
Sesuai perintah Rasul, Jafar bin Abi Talib kemudian yang memegang komando. dengan penuh keberanian, ia menerjang pasukan Byzantinum. Ia pun syahid.
( uli/anwary )
Forum Studi Islam Fosi Fkip Univ. Bengkulu Slideshow: UKM’s trip was created by TripAdvisor. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Rabu, 07 April 2010
Kamis, 18 Maret 2010
Antara Syi'ar Dakwah dan hiburan...
Indonesia memang sangat bangga dengan prestasi anak bangsanya yang dapat dikatakan merajai dunia hiburan di tanah air dan mancanegara. Baik berupa lagu, musik dan film. Nuansa Islam pun menjadi sentuhan menarik disana. "Ayat-ayat cinta", "Ketika cinta bertasbih", "Perempuan berkalung sorban", dan yang baru akan tayang "Di bawah langitMU" adalah beberapa dari sekian contoh hasil kreatifitas yang excelent. Jutaan mata berbondong-bondong untuk menyaksikannya, ribuan mulut memberikan apresiasi baik dan seabrek-abrek hikmah yang sangat bagus di dalamnya.
lalu, Apakah ini berarti syia'ar Islam sudah mulai mengudara? Inikah sebenarnya langkah kongkret dakwah di Indonesia? (begin for thingking)
Di sisi lain, budaya nasyid yang selalu menyenandungkan asma Allah Swt kini telah termodernisasi baik dari segi musik maupun gaya para munsyidnya. Kerap kali syiar Islam di liriknya tertutupi oleh performance dari para penyanyinya. Seperti inikah yang sejatinya diharapkan? Atau kesemua itu hanya strategi untuk meraih keyajaan Islam?
menurut antum wa antunna sekalian???...
lalu, Apakah ini berarti syia'ar Islam sudah mulai mengudara? Inikah sebenarnya langkah kongkret dakwah di Indonesia? (begin for thingking)
Di sisi lain, budaya nasyid yang selalu menyenandungkan asma Allah Swt kini telah termodernisasi baik dari segi musik maupun gaya para munsyidnya. Kerap kali syiar Islam di liriknya tertutupi oleh performance dari para penyanyinya. Seperti inikah yang sejatinya diharapkan? Atau kesemua itu hanya strategi untuk meraih keyajaan Islam?
menurut antum wa antunna sekalian???...
Selasa, 16 Maret 2010
Kajian untuk mu, ikhwahfillah...
walaupun jamur tidak sedang pada musimnya, barang segi empat kecil yang cukup berbobot itu lebih bisa menjamur di tangan dan mata ikhwahfillah semua...
makin tumbuh subur jamur itu ketika telah datang padanya yang bernama "hotspot" dengan berbagai macam penawaran yang sangat interesting (fb, blog, ym, tw, etc)
subhanallah banget manfaatnya, tapi manfaat itu tak ubahnya akan menjadi mudharat jika:
1. ketika jari-jari ini berkomunikasi dengan keyboard, tangannya pun tak terjabatkan
2. ketika mata tak berpaling dari layar, tak berbalas senyum sapanya
3. ketika mulut terkunci karena sangat fokus, salam pun tak terjawabkan
4. ketika dia bertanya "kaifahal?", hanya anggukan dengan "ehm.." yang dapat dilafadzkan
5. ketika "signal strength : excelent", kumandang adzan adalah yang terlewatkan
dan apakah itu yang diharapkan dari kemajuan teknologi di zaman globalisasi, katanya...
bukankah teknologi itu untuk dikuasi manusia bukan menguasai manusia!!!
how about u? akhi wa ukhti...
makin tumbuh subur jamur itu ketika telah datang padanya yang bernama "hotspot" dengan berbagai macam penawaran yang sangat interesting (fb, blog, ym, tw, etc)
subhanallah banget manfaatnya, tapi manfaat itu tak ubahnya akan menjadi mudharat jika:
1. ketika jari-jari ini berkomunikasi dengan keyboard, tangannya pun tak terjabatkan
2. ketika mata tak berpaling dari layar, tak berbalas senyum sapanya
3. ketika mulut terkunci karena sangat fokus, salam pun tak terjawabkan
4. ketika dia bertanya "kaifahal?", hanya anggukan dengan "ehm.." yang dapat dilafadzkan
5. ketika "signal strength : excelent", kumandang adzan adalah yang terlewatkan
dan apakah itu yang diharapkan dari kemajuan teknologi di zaman globalisasi, katanya...
bukankah teknologi itu untuk dikuasi manusia bukan menguasai manusia!!!
how about u? akhi wa ukhti...
Sabtu, 06 Maret 2010
Senin, 01 Maret 2010
Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah hari lahir nabi Muhammad Saw, yang dalam tahun hijriah jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal atau pada jum'at, 26 Februari 2010 menurut kalender masehi. Kata maulid atau milad adalah dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Haruskah hari kelahiran diperingati? jawabannya adalah tidak karena tidak ada dalil dalam Al Qur'an dan hadist yang menyatakan hal tersebut. Lalu, mengapa banyak peringatan maulid nabi yang diadakan?
sejatinya orang-orang yang mengadakan acara peringatan maulid Nabi pada hakekatnya bertujuan untuk memuliakan (mengagungkan) dan mengungkapkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW, serta menumbuhkan ghirah (semangat) dalam beribadah yang di peroleh dari acara peringatan maulid Nabi tersebut dengan mengadakan ceramah dan pengajian. Bukan seperti mereka yang melebih-lebihkan dengan bermacam-macam ritual yang sama sekali tidak ada manfaatnya, bahkan malah terkesan mubazir. bukankah mubazir itu adalah perbuatan setan???
sejatinya orang-orang yang mengadakan acara peringatan maulid Nabi pada hakekatnya bertujuan untuk memuliakan (mengagungkan) dan mengungkapkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW, serta menumbuhkan ghirah (semangat) dalam beribadah yang di peroleh dari acara peringatan maulid Nabi tersebut dengan mengadakan ceramah dan pengajian. Bukan seperti mereka yang melebih-lebihkan dengan bermacam-macam ritual yang sama sekali tidak ada manfaatnya, bahkan malah terkesan mubazir. bukankah mubazir itu adalah perbuatan setan???
Kamis, 18 Februari 2010
Minggu, 14 Februari 2010
Kamis, 11 Februari 2010
Dakwah kampus itu???
Dakwah Kampus adalah dakwah ammah harokatudz dzahiroh (dakwah itu gerakan yang terlihat / umum) dalam lingkup perguruan tinggi. Dakwah yang sifatnya terbuka, berorientasi kepada rekrutmen dakwah di kalangan civitas akademika secara umum, dan aktivitasnya dapat dirasakan oleh civitas akademika. Civitas akademika yang dimaksud di sini adalah para mahasiswa dan dosen perguruan tinggi. Civitas akademika merupakan bagian dari masyarakat kampus yang hidup dengan peraturan, ada peraturan kampus (rektorat), peraturan ormawa, dan sebagainya.
Untuk menjalankan roda Dakwah Kampus, maka dibutuhkan personil-personil, yaitu Aktivis Dakwah Kampus (ADK). ADK adalah kader dakwah dan tarbiyah yang memiliki peran dalam Dakwah Kampus. Peran yang dilakukan bisa berupa sebagai pengurus lembaga dakwah kampus, murobbi kampus, dan sebagainya.
Tujuan utama dari Dakwah kampus adalah adanya suplai alumni yang berafiliasi (berpartisipasi) kepada Islam, dan optimalisasi peran kampus dalam upaya mentransformasi masyarakat menuju masyarakat Islami. Aplikasinya adalah:
1. Terbentuknya bi’ah (lingkungan) yang kondusif bagi kehidupan Islami di kampus, baik dalam sisi moral, intelektual, maupun tanggungjawab sosial. Kita tahu bahwa kampus adalah lingkungan yang heterogen. Ketika berinteraksi di dalamnya, maka butuh kekuatan untuk menjaga idealisme dengan tetap memperhatikan realitas. Hal ini berarti dakwah kampus memerlukan sebuah lingkungan kecil yang senantiasa dapat terus men-charge ruhiyah para ADK di tengah-tengah aktivitasnya di kampus. Sarana untuk itu adalah tarbiyah yang berkesinambungan untuk para ADK dan yang didakwahkannya.
2. Terbentuknya opini ketinggian Islam di kalangan kampus. Oleh karena itu syiar dalam mengkampanyekan kemuliaan Islam harus terus dilakukan secara rutin. Sarana-sarana syiar untuk ini cukup banyak, misalnya majalah, perpustakaan, peringatan hari besar Islam, tabligh akbar, dan sebagainya. Barangkali bisa kita diskusikan mengenai hal ini dalam kajian tersendiri.
3. Terbentuknya kesinambungan barisan pendukung dakwah. Untuk itu, tarbiyah yang berkesinambungan di setiap angkatan mahasiswa harus dipastikan berjalan. Ini membutuhkan sebuah lajnah yang dapat mengawasi itu dalam jangka panjang.
4. Terbentuknya hubungan timbal balik yang sinergis antara dakwah ammah dengan pengkaderan. Artinya, semua rekrutmen-rekrutmen dakwah diupayakan dapat dilanjutkan dengan proses dakwah secara khusus terhadap orang-orang yang direkrut tersebut.
1. Terbentuknya bi’ah (lingkungan) yang kondusif bagi kehidupan Islami di kampus, baik dalam sisi moral, intelektual, maupun tanggungjawab sosial. Kita tahu bahwa kampus adalah lingkungan yang heterogen. Ketika berinteraksi di dalamnya, maka butuh kekuatan untuk menjaga idealisme dengan tetap memperhatikan realitas. Hal ini berarti dakwah kampus memerlukan sebuah lingkungan kecil yang senantiasa dapat terus men-charge ruhiyah para ADK di tengah-tengah aktivitasnya di kampus. Sarana untuk itu adalah tarbiyah yang berkesinambungan untuk para ADK dan yang didakwahkannya.
2. Terbentuknya opini ketinggian Islam di kalangan kampus. Oleh karena itu syiar dalam mengkampanyekan kemuliaan Islam harus terus dilakukan secara rutin. Sarana-sarana syiar untuk ini cukup banyak, misalnya majalah, perpustakaan, peringatan hari besar Islam, tabligh akbar, dan sebagainya. Barangkali bisa kita diskusikan mengenai hal ini dalam kajian tersendiri.
3. Terbentuknya kesinambungan barisan pendukung dakwah. Untuk itu, tarbiyah yang berkesinambungan di setiap angkatan mahasiswa harus dipastikan berjalan. Ini membutuhkan sebuah lajnah yang dapat mengawasi itu dalam jangka panjang.
4. Terbentuknya hubungan timbal balik yang sinergis antara dakwah ammah dengan pengkaderan. Artinya, semua rekrutmen-rekrutmen dakwah diupayakan dapat dilanjutkan dengan proses dakwah secara khusus terhadap orang-orang yang direkrut tersebut.
Rabu, 03 Februari 2010
AKSI FOSI 2009
Seminggu penuh, 16-21 November 2009, AKSI (Ajang Kreasi dan Seni Islam) oleh FOSI (Forum Studi Islam) digelar. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan oleh bidang Minat dan Bakat FOSI. Kegiatan yang bertemakan “Wujudkan seni dalam kreasi meraih cinta Ilahi” ini dibuka secara resmi oleh PD I, Bapak Santoso, M.Kes. Acara dimulai dengan lomba Tahfidz dan MTQ tingkat mahasiswa se-Universitas Bengkulu. Hari kedua, anak-anak TK/ PAUD sangat antusias mengikuti lomba mewarnai di bawah pohon rindang (DPR) FKIP, tercatat 100 peserta dari 3 TK/PAUD. Juara 1dan 2 dari PAUD HAKIKI, serta juara 2 dari TK AULADUNA. Tak beberapa lama berselang, dilanjutkan oleh lomba LCTI (Lomba Cepat Tepat Islami) tingkat SMA dan Mahasiswa, lomba ini dilangsungkan selama 2 hari di aula dekanat FKIP dan diikuti oleh sekitar 17 tim. SMA 2 berhasil maraih juara 1 disusul oleh IMC FISIP dan SMA 5. Hari ke-4, kembali di aula dekanat FKIP, lomba KTA (Karya Tulis Al Qur’an) se-Provinsi pun dimulai, berlangsung selama sehari, dengan SMA 5 kota Bengkulu menjadi juara 1, serta juara 2 dan 3 dipegang oleh SMA 2 kota Bengkulu. Selanjutnya LMCI (Lomba Menulis Cerpen Islami) untuk umum, 23 buah karya berupa cerpen terdaftar mengikuti lomba dan hasil karya terbaik yang menjadi juara 1 adalah dari Rodi, Pend. Matematika dengan judul cerpen “Bumi yang lain”, juara 2 “Semua karena cintaMU” oleh Callystavia, Pend. Bahasa Indonesia, dan juara 3 “Kelinci itu masih di bulan, ….” Oleh Lingga. S dari EDSA. Lomba terakhir adalah lomba Nasyid se-Provinsi, nasyid putra bertempat di gedung C dan berlangsung selama sehari dengan tim nasyid UV (Universal Voice) dari Bengkulu keluar sebagai juara 1, lalu Ar Rahman dari kepahiyang sebagai juara 2, dan Natural Voice sebagai juara 3, dari 9 tim yang menjadi peserta. Sedangkan nasyid putri dilaksanakan di gedung B, diikuti oleh 7 tim peserta dan juara 1 berhasil direbut oleh Savana Uthrujah dari MAN 1 kota Bengkulu, juara 2 oleh De Grafis dari Pend. Fisika, dan juara 3 oleh As-Syfa dari Curup.
Penutupan AKSI FOSI 2009 oleh PD III, Bp. Syafrizal S., M.A dan pengumuman pemenang diselenggarakan pada sabtu, 21 November di GKB III. Walaupun tidak semua peserta lomba dapat hadir, acara penutupan ini tetap berjalan lancar. Menurut Rozi S. selaku ketua panitia mengatakan bahwa, “AKSI FOSI ini merupakan kegiatan yang sangat baik, selain dapat menjalin silaturahim, acara ini juga menguji kemampuan kita dan menambah wawasan kita tentang Islam khususnya. Buat yang menang, kami ucapkan selamat dan untuk yang belum menang, jangan putus asa dan tetaplah semangat untuk terus mensyi’arkan Islam. Terakhir, harapan untuk ke depannya, semoga acara ini dapat berlangsung lebih optimal lagi sehingga syi’ar Islam dapat lebih dirasakan oleh masyarakat luas”.
Seminggu penuh, 16-21 November 2009, AKSI (Ajang Kreasi dan Seni Islam) oleh FOSI (Forum Studi Islam) digelar. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan oleh bidang Minat dan Bakat FOSI. Kegiatan yang bertemakan “Wujudkan seni dalam kreasi meraih cinta Ilahi” ini dibuka secara resmi oleh PD I, Bapak Santoso, M.Kes. Acara dimulai dengan lomba Tahfidz dan MTQ tingkat mahasiswa se-Universitas Bengkulu. Hari kedua, anak-anak TK/ PAUD sangat antusias mengikuti lomba mewarnai di bawah pohon rindang (DPR) FKIP, tercatat 100 peserta dari 3 TK/PAUD. Juara 1dan 2 dari PAUD HAKIKI, serta juara 2 dari TK AULADUNA. Tak beberapa lama berselang, dilanjutkan oleh lomba LCTI (Lomba Cepat Tepat Islami) tingkat SMA dan Mahasiswa, lomba ini dilangsungkan selama 2 hari di aula dekanat FKIP dan diikuti oleh sekitar 17 tim. SMA 2 berhasil maraih juara 1 disusul oleh IMC FISIP dan SMA 5. Hari ke-4, kembali di aula dekanat FKIP, lomba KTA (Karya Tulis Al Qur’an) se-Provinsi pun dimulai, berlangsung selama sehari, dengan SMA 5 kota Bengkulu menjadi juara 1, serta juara 2 dan 3 dipegang oleh SMA 2 kota Bengkulu. Selanjutnya LMCI (Lomba Menulis Cerpen Islami) untuk umum, 23 buah karya berupa cerpen terdaftar mengikuti lomba dan hasil karya terbaik yang menjadi juara 1 adalah dari Rodi, Pend. Matematika dengan judul cerpen “Bumi yang lain”, juara 2 “Semua karena cintaMU” oleh Callystavia, Pend. Bahasa Indonesia, dan juara 3 “Kelinci itu masih di bulan, ….” Oleh Lingga. S dari EDSA. Lomba terakhir adalah lomba Nasyid se-Provinsi, nasyid putra bertempat di gedung C dan berlangsung selama sehari dengan tim nasyid UV (Universal Voice) dari Bengkulu keluar sebagai juara 1, lalu Ar Rahman dari kepahiyang sebagai juara 2, dan Natural Voice sebagai juara 3, dari 9 tim yang menjadi peserta. Sedangkan nasyid putri dilaksanakan di gedung B, diikuti oleh 7 tim peserta dan juara 1 berhasil direbut oleh Savana Uthrujah dari MAN 1 kota Bengkulu, juara 2 oleh De Grafis dari Pend. Fisika, dan juara 3 oleh As-Syfa dari Curup.
Penutupan AKSI FOSI 2009 oleh PD III, Bp. Syafrizal S., M.A dan pengumuman pemenang diselenggarakan pada sabtu, 21 November di GKB III. Walaupun tidak semua peserta lomba dapat hadir, acara penutupan ini tetap berjalan lancar. Menurut Rozi S. selaku ketua panitia mengatakan bahwa, “AKSI FOSI ini merupakan kegiatan yang sangat baik, selain dapat menjalin silaturahim, acara ini juga menguji kemampuan kita dan menambah wawasan kita tentang Islam khususnya. Buat yang menang, kami ucapkan selamat dan untuk yang belum menang, jangan putus asa dan tetaplah semangat untuk terus mensyi’arkan Islam. Terakhir, harapan untuk ke depannya, semoga acara ini dapat berlangsung lebih optimal lagi sehingga syi’ar Islam dapat lebih dirasakan oleh masyarakat luas”.
Langganan:
Postingan (Atom)






